Senin, 25 Agustus 2014

GGS : Gara-Gara Surat

Terkadang kita mendapatkan sebuah jawaban dari pertanyaan-pertanyaan kita yang telah lama tak terjawab dengan cara yang "unik" dan dari cara yang tak disangka-sangka. Nyatanya saya harus sependapat dengan kalimat barusan yang saya buat. Mungkin beberapa orang pernah mengalami hal tersebut dan saya satu diantara beberapa orang tersebut.

Ceritanya dimulai sejak saya diamanahi sebagai PJ Kestari Pesta Rakyat Fisika 2014. Jobdesc Kestari sendiri tidak jauh-jauh dari hal mengenai kesekertariatan; data, surat-menyurat, email, dsbnya. Sejauh ini saya mengerjakan apa yang harus saya kerjakan. Cukup berat memang ternyata. Tidak semudah yang saya pikirkan mengenai kesekertariatan itu sendiri. Sampai suatu ketika sebuah kejadian yang mungkin sepele tapi berarti bagi saya.

Pada suatu hari, saya diminta untuk mengirim surat via email kepada seorang pembicara seminar di acara Star Party PRF 2014. Beliau seorang Ketua LAPAN bernama Bapak Thomas Djamaluddin. Kesan pertama yang saya dapat saat saya harus mengirim email langsung ke email beliau adalah beliau seorang yang fleksibel dan responsif. Tidak butuh birokrasi yang ribet untuk menghubungi beliau. Dalam sepersekian detik, saya klik "kirim" dan email itu terkirim ke email beliau. Ingat sekali waktu itu saya mengirim email lumayan malam sekitar jam 22.00 WIB. Setelah saya mengirim email tersebut, saya berniat untuk tidur dan merebahkan diri di kasur.

Tak lama kemudian, hape berbunyi. Sebuah notifikasi dari email PRF 2014. Saya ambil hape dan lihat. Tertera disana email berasal dari Bapak Thomas Djamaluddin. Isinya kurang lebih sbb :

Assalamu'alaikum wr.wb
Terima kasih atas suratnya. Ada kesalahan dalam penulisan nama saya. Mohon koreksinya, untuk selengkapnya bisa dibaca di blok saya.
T. Djamaluddin
Wa'alaikumsalam wr.wb

Untuk beberapa saat saya teliti lagi dimana letak kesalahan penulisan nama beliau. Hingga malam itu, saya belum menemukan kesalahan saya dalam penulisan nama beliau. Tak ambil pusing, saya langsung tidur,

Esoknya buru-buru saya buka blog beliau dan membacanya. Terdapat sebuah post mengenai diri beliau. Mulai dari beliau lahir, pendidikan, sampai karir beliau. Untuk beberapa saat, fokus saya teralihkan untuk mencari nama beliau malah saya terlena dengan beberapa post beliau lainnya. Saya baca, baca, dan baca.

Mengagumkan! Satu kata pertama dari blog beliau yang bisa saya ungkapkan: Beliau mengagumkan. Seorang lulusan ITB Astronomi dan sekarang menjadi seorang ketua LAPAN. Tak hanya cerdas beliau pun seorang yang agamis. Bisa dibilang sebagai muslim scientist. Beliau mengkolaborasi ilmu Astronomi dengan Al-Qura'an. Sampai pada sebuah postingan beliau yang berjudul "Jangan ada dikotomi antara Sains dan Islam". Selengkapnya bisa dibaca disini

Postingan beliau menjawab pertanyaan saya beberapa waktu yang lalu tentang keterkaitan Al-Qur'an dan Sains. Memang belakangan ini minat saya untuk membuktikan sains melalui Al-Qur'an sangat tinggi dan tulisan beliau menginspirasi serta memfasilitasi keinginan dan minat saya tersebut. Sebuah kalimat dari tulisan beliau yang sangat menarik tertulis seperti ini: 

“Temuan-temuan sains adalah penjelasan bagi ayat-ayat Alquran, bukan pencocokan,“


Subhanallah... Dari kalimat beliau benar-benar memotivasi saya untuk mempelajari sains dan menjelaskannya bagi ayat Al-Qur'an. Terlebih lagi saya sekarang sedang mempelajari bidang ilmu Fisika dan kesempatan untuk belajar mengenai hal tersebut terbuka lebar. Asal mau dan tekad yang kuat. Mau dan tekad.

Dan pikiran saya sekarang benar-benar tercerahkan untuk menjadi seorang Scientist. Tepatnya Muslim Scientist.

Setelah lama saya malah sibuk membaca tulisan Bapak Djamal dan akhirnya saya menemukan kesalahan nama beliau. Surat yang saya email tertulis: Yth. Dr. Thomas Djalaluddin. Seharusnya : Yth. Dr. Thomas Djamaluddin. Sepele banget!

Tapi terima kasih untuk hal yang sepele itu. Hal sepele yang mengantarkan saya pada sebuah jawaban dan pelajarn baru :"D

Sabtu, 17 Mei 2014

Lamat - lamat ku buka kembali semua hal yang dulu aku sukai, ku lakukan. Lamat-lamat, semua kenangan dan memori itu muncul kembali. Menyenangkan? Tidak juga. Hanya bisa ditertawakan. Bukan, bukan karena semua itu lucu. Hanya saja teringat bagaimana aku dulu.
Disini, kata maaf terucap. Lamat-lamat aku pun lupa. Jangan salahkan aku jika akan begini. Jika akan (ter)lupakan atau pun (di)lupakan. 
 

Minggu, 13 April 2014

Sedetik saja

Pikiran berkecamuk.

Hujan masih menderu.

Masih berputar-putar dalam pikiran.

Sepele sekali. 

Lucu jika dipikirkan. 

Sungguh bodoh.

Pikiran masih berkecamuk

Hujan masih menderu.

Aku? 

Aku masih terus berpikir.

Saat aku berubah pikiran

Bbssssssstttttttt.....

Semua hilang!

Musnah!

Hanya sedetik saja. 

Saat aku berubah pikiran, dan....

semua musnah.

Kerja yang baik!

Kamis, 03 April 2014

Sad Ending

Don't Judge Book by Its Cover
Pepatah yang sudah sangat klise dan banyak dipakai orang untuk mengungkapkan suatu hal bahwa jangan hanya lihat tampilannya saja memang benar adanya. Bahkan saya pun sering mengalami hal itu. Tapi tidak salah juga kan kalo kita melihat dari tampilan awal? Tampilan awal akan berdampak pada kesan awal juga. Jadi, buat saya kesan awal itu penting untuk selanjutnya.

Sama halnya seperti membeli sebuah buku. Hal pertama yang akan dilihat adalah desain covernya (Pepatah terbukti). Kalau terlihat dari jauh buku tersebut punya desain cover yang eyecatching, pasti saya akan mendatangi buku itu diantara banyaknya buku yang tersebar di berbagai sisi toko buku. Tapi itu bukan jadi hal utama, yang utama adalah track record penulis. Bagaimana penulis itu sudah menulis buku-bukunya, bagaimana alur cerita yang dibuat penulis dalam buku-bukunya. Selanjutnya adalah membaca sinopsis. Berhati-hatilah dalam hal ini, jika kita belum terlalu mengenal penulisnya dan hanya ingin membeli berdasarkan alur singkat cerita dalam sinopsisnya, maka berhati-hatilah. Terkadang sinopsis menipu, membodohi, dan berbeda dengan alur cerita aslinya. Terkadang juga dari sinopsis kita ingin mengetahui dan dibuat penasaran dengan ending cerita.

Berbicara tentang ending cerita dalam novel ataupun buku. Bagi saya, sad ending lebih menampilkan "greget" ketimbang happy ending. Lagi-lagi saya heran dengan diri sendiri kenapa lebih suka cerita yang berakhir tragis, sedih, atau pun menggantung. Perspektif lain adalah bahwa saat cerita itu berakhir tragis, sedih, atau pun menggantung, hal itu malah lebih menguras emosi dan malah bernalar bagaimana kelanjutan ceritanya dan saya lebih punya banyak dugaan untuk akhir cerita yang bisa seenaknya saya pikirkan.

Dari sekian novel yang sudah saya baca, hanya Ai karya Winna Effendi yang paling saya sukai. Alur ceritanya klise dan sudah biasa. Hanya bercerita tentang kisah cinta tiga orang yang saling bersahabat, cinta yang tak terungkapkan karena menjaga persahabatan, serta berakhir tragis yaitu salah satu diantara mereka meninggal. Klise sekali bukan? Tapi, Winna Effendi benar-benar cerdas saat mengemas alur cerita terlebih sudut pandang penulisannya. Menguras emosi saat membacanya dan benar-benar suka saat endingnya memang harus seperti itu. Sad ending memang lebih menampilkan hal yang berbeda. Cerita yang sudah sangat klise dibuat sad ending pun akan lebih menarik. Kenapa? Karena saat sebuah cerita berakhir bahagia, yaa selanjutnya cerita diteruskan dengan kisah-kisah bahagia. Berbeda dengan sad ending, kita akan lebih menerka bagaiman kelanjutannya? Apakah benar-benar tragis atau menggantung? 

Yah, pada akhirnya semua ini relatif, tergantung bagaimana ketertarikan tiap orang. Apakah lebih menyukai ending yang bahagia atau pun menyedihkan. Semuanya relatif dan bisa dipilih. Cuma satu harapannya, walaupun menyukai sad ending dalam cerita novel-novel, tapi semoga cerita hidup saya tidak sad ending karena semua orang mendamba akhir yang bahagia hahaha :)

Mendamba Nicholas Saputra

Menonton sebuah film bukan lah sebuah hal yang benar-benar saya sukai. Biasa saja. Aneh? Tidak juga. Toh semua di alam ini memang relatif. Ada yang disukai dan ada yang tidak disukai. Apa jadinya kalau semua orang suka pada satu hal yang sama. Mungkin malah kesetimbangan tidak ada? Well, anggap hal ini wajar saja. Suka dan tidak suka, gemar dan tidak gemar, tertarik dan tidak tertarik semua wajar dan relatif.

Satu hal yang membosankan bagi teman-teman saya adalah saat : "Eh nonton yuk! Film apa?" Sepertinya hanya saya yang punya opsi untuk nonton film Indonesia dan sad ending. Entah lah terkadang juga aneh kenapa saya tidak begitu suka film barat dengan actionnya atau pun konpirasinya. Bukan tidak suka, sepertinya hanya saya kurang "mau" untuk mencoba. Jujur saja, terpaku pada satu hal yang sudah sangat saya sukai lebih menjadi opsi ketimbang mencoba hal yang baru.

Sama halnya seperti mendamba Nicholas Saputra. Pertama kali menonton Ada Apa dengan Cinta, melihat Nicholas Saputra, dan......suka! Diantara banyaknya aktor yang ada, Nicholas Saputra tetap yang paling kharismatik dan keren. Entah bagaimana, bagi saya Nicholas Saputra selalu terlihat introvert dan saya selalu suka itu. Dalam film Gie pun, penokohan Nicholas Saputra setipe dengan di film AADC. Tidak ada yang jadi masalah, Nicholas Saputra tetap menjadi yang paling introvert dan kharismatik bagi saya. Rasa-rasanya mendamba Nicholas Saputra adalah opsi yang terbaik diantara ribuan opsi untuk mendamba aktor lainnya.

Selasa, 04 Februari 2014

Tanpa Kacamata


Hidup saya sudah sangat bergantung dengan benda yang satu ini. Kacamata.
Tanpa kacamata, rasa-rasanya semua terlihat blur, hanya garis-garis. Kasarnya, tanpa kacamata saya tidak bisa melihat dengan jelas sejelas-jelasnya.
Terkadang menyipitkan mata demi untuk melihat semuanya menjadi jelas juga tidak sangat membantu. Tetap saja, semua terlihat blur.

Tapi, sesekali rasanya ingin melepas kacamata ini. Melihat semuanya dengan mata asli saya tanpa bantuan benda optik satu ini.

Melihat dengan jelas sejelas yang saya bisa.
Menikmati ke "abu-abuan" semuanya.
Merasakan usaha saat mata ini harus berkontraksi dengan keras untuk menyipit dan melihat.

Terkadang terpikirkan,
tanpa kacamata dan mata yang minus 2.5 serta silinder ini,
saya bisa melihat semuanya jujur se-blur yang saya lihat
bisa melihat wajah-wajah orang lain walaupun terkadang hanya garis-garis

Tapi, bersyukurlah
tanpa kacamata ini, sepasang mata lain yang tidak diperbolehkan untuk dilihat bisa dengan blur saya lihat
dan terhindarkan.

Selasa, 21 Januari 2014

Cuap-cuap Tentang Sospol :)

Beberapa orang malas untuk membicarakan mengenai sosial politik. Namun, beberapa lagi konsen membicarakan bahkan terlibat langsung dengan sosial politik. Sosial politik merupakan suatu bidang yang berhubungan dengan orang banyak, masyarakat, lingkungan sekitar agar tercipta kebaikan-kebaikan dan keseimbangan dalam masyarakat.  Tanpa kita sadari, politik berperan penting dalam kehidupan kita sehari-hari.  Harga baju yang kita pakai, harga cabai di pasar semuanya ditentukan melalui proses sosial politik. Jelas sekali, politik mempunyai bagian yang sangat besar dalam kehidupan kita. Islam sendiri sebagai agama rahmatan lil ‘alamin, mengatur kehidupan umatnya dari hal-hal kecil seperti mengucapkan salam saat bertemu, bersiwak, dsbnya sampai kehidupan politik di suatu negara.
Namun yang disayangkan, banyak orang alergi dengan politik karena image politik itu sendiri yang sudah tidak baik. Korupsi, suap, ketidakjujuran pemilu, dan problema yang lainnya membuat masyarakat malas untuk membicarakan dan terlibat dengan politik. Maka dari itu, dibutuhkan orang-orang yang konsen dalam permasalahan sosial politik ini dengan mengingat tujuan dari sosial politik itu sendiri adalah amar makhruf nahi munkar. Mengajak yang makhruf, mencegah dari yang munkar.
Disini lah dibutuhkan mahasiswa-mahasiswa muslim untuk melakukan pergerakan. Menegakkan tujuan dari sosial politik itu sendiri : Amar makhruf nahi munkar. Pergerakan dapat dimulai dari tingkat jurusan, fakultas, atau pun universitas. Pergerakan dapat melalui diri sendiri atau pun lembaga kemahasiswaan. Yang terpenting adalah bagaimana cara melakukannya, cara merealisasikannya. Berpendapat atau pun menulis, keduanya sama-sama melakukan tindakan yang dapat berdampak bagi sekitar.
Seperti Adian Husaini, seorang penulis yang karya-karyanya banyak menuangkan pemikiran bagi umat, permasalahan bangsa, dan juga politik dalam perspektif Islam mampu membuat para pembaca karyanya mendapatkan sesuatu yang dapat diambil dari tulisannya. Atau Anis Matta yang bergerak dibawah partai yang menjunjung semangat keislaman. Menyampaikan aspirasi melalui partai islam pimpinannya.

Tak perlu jauh-jauh menengok Adian Husaini atau pun Anis Matta. Yang dibutuhkan adalah bergerak, membuat perubahan. Dan bergerak serta perubahan itu dapat melalui sosial politik dengan cara masing-masing. Amar makhruf nahi munkar.

Senin, 20 Januari 2014

Hujan dan Senja

Entah sejak kapan saya mulai menyukai senja. Begitu juga sama, entah sejak kapan saya mulai menyukai hujan.

Senja dan hujan.

Bagi saya, senja selalu menarik untuk dinikmati. Senja tak pernah lelah berkata bahwa sore sudah pergi meninggakan hari namun jangan khawatir malam akan siap untuk menemani

Senja selalu punya warna yang menawan meskipun hujan sekalipun.

Saat hujan datang, bukan berarti hujan ingin membuat senja menjadi biru.

Tidak. Tidak sekalipun.

Karena sesekali hujan ingin menemani senja yang kesepian. Hujan ingin berbagi rintik-rintiknya bersama kilauan warna senja.

Senja dan hujan yang datang bersama selalu berkata bahwa masih ada harapan didepan sana.

Kejarlah. Sekali pun dibawah rinai hujan, karena senja tahu, hujan datang  untuk menemani.


Jumat, 03 Januari 2014

Jagalah Aku, Wahai Tuhanku

Kamu tahu, aku tahu, semua orang tahu, alam pun tahu kalo cinta memang itu adanya
Entah lah, menjadi puitis karena cinta itu memang mudah
Menjadi bimbang karena cinta pun mudah
Menjadi takut karena cinta, itu juga mudah
Ya mudah... bagi yang mau memudahkannya

Cinta memang fitrahnya manusia
Itulah mengapa Tuhan menganugerahkannya kepada hati manusia
Cinta, cinta, cinta...
Tidak segala lini hidup melulu tentang cinta

Wahai Tuhanku,
Lihat aku seperti Hawa pertama kali bertemu Adam
Seperti hati yang mendamba rindu
Seperti daun yang jatuh di musim gugur
Mudah rapuh

Aku takut.
Takut...
Aku takut aku salah langkah
Aku takut aku mengiyakan yang zalim
Aku takut. Takut. Takut

Wahai Tuhanku,
Jagalah aku...
Jagalah aku dari cinta yang sempit ini.


03jan2014

Minggu, 22 Desember 2013

Menyedihkan

Melihat kamu di ujung sana
Hanya sepintas tapi saya tahu
Maaf,
Kamu menyedihkan
Melihat kamu saja menyedihkan
Bagaimana kamu tidak melihat diri kamu semenyedihkan itu?
Tidak menyadari kah?

Maaf saya terlalu lancang
Segera lah sadar
Karena sungguh, kamu menyedihkan

I Told You, Physics Works!

UAS. Masa-masa menguras otak dan tenaga berakhir juga. Hm, tidak terasa semester pertama perkulihan saya sudah berakhir. Rasanya? Senang, lega, deg-degan. Yah semuanya campur aduk. Sebelum tanggal 6 Januari ditempuh, rasa deg-degan adalah perasaan mayoritas yang ada sekarang. IP pertamaaaa!! Entahlah bagaimana nanti hasilnya. Saya sudah berusaha semaksimal yang saya bisa dan tak lupa juga pasti berdoa. Hasilnya diserahkan kepada Allah SWT :")
 
Bagi saya, hanya lulus saja sudah jadi kabar yang memuaskan. Syukur-syukur dengan nilai yang memuaskan. "Sekarang mah lulus aja udah Alhamdulillah. Gak muluk-muluk". Banyak yang bilang gitu, saya salah satunya. Hidup di fisika, menjadi mahasiswa di fakultas mipa yang kebanyakan orang bilang itu sulit (dan saya akui) itu memang susah. Di fisika kita belajar fundamentalnya. Belajar dari awal; dari dasarnya.
 
Saya ini hanya seorang anak lulusan SMA yang suka fisika. Hanya bermodalkan suka fisika dengan nekadnya mengambil jurusan Fisika. Haha lucu sekali. Ya, memang lucu. Fisika saya gak bagus-bagus amat, gak jelek-jelek amat. Yah standar. Disini, di Universitas saya berkumpul dengan orang-orang hebat mulai dari juara OSN Fisika Perak, Perunggu, sampai yang seperti saya yang biasa-biasa saja, yang bermodalkan suka fisika atau bahkan "kecemplung" di jurusan fisika juga ada. Bahkan ada dari yang nilai utsnya 100 diantara yang lainnya dapat nilai 30,40,60 juga ada. Semua ada disini.
 
Gak ada yang gak bisa kalau kita mau belajar. Fisika memang sulit kalau memang gak dipelajari, gak didalami. Bahkan persepsi "saking sulitnya" fisika membawa beberapa teman saya di Fisika untuk coba tes tulis lagi di tahun depan. Ada yang mau coba FK, Teknik, bahkan sampai melenceng ke FISIP pun juga ada. Lantas suatu ketika saya bertanya pada diri saya: "Apa saya juga akan mencoba lagi tes tulis di tahun depan? Apa ini batas limit saya dalam mempelajari fisika?" Sempat terpikir untuk mengikuti teman-teman yang mau mencoba di tahun depan, sudah bilang juga kepada orang tua saya. Banyak pertimbangan yang ada dan saya putuskan tetap pada Fisika.
 
"Fisika tuh susah...." sempat mengeluh seperti itu kepada ayah dan ibu saya. Mereka bilang : "gak ada yang sulit, semua bisa dipelajari. Kalau mau belajar sungguh-sungguh ya gak ada yang gak bisa. Cuma satu penghalang seseorang menjadi tidak sukses itu pergaulan. Kalau masalah belajar, apa sih yang sulit kalau kita mau belajar".
 
Kata-kata itu yang buat saya selalu ingat kalau semua bisa dipelajari asal kita sungguh-sungguh. Allah juga gak mugkin kan menempatkan hambaNya ditempat yang bukan terbaik. Jika sekarang saya di Fisika, ya itu yang terbaik dari Allah buat saya karena sesungguhnya ada 2 pilihan yaitu mau bertahan dan perdalami atau pergi. Akhirnya saya putuskan untuk bertahan. Ya bertahan di Fisika.
 
Mempelajari fisika dengan ikhlas walaupun sulit itu yang harus jadi utama karena sesungguhnnya saat saya belajar fisika saya belajar dan mempelajari kekuasaan Allah SWT yang kadang tak terpikirkan. Saya juga belajar betapa fisika berguna bagi kehidupan sehari-hari. Kata-kata seorang dosen Fisdas saya sangat menginspirasi. Beliau berkata seperti ini di sela-sela perkuliahan : "Mungkin kalian tidak akan bekerja di bidang fisika suatu saat nanti. Tapi, pola pikir sebagai orang fiska yang sistematis lah yang harus kalian punya buat di masyarakat".
 
Lagi dan lagi. Kata-kata dosen saya itu buat saya mikir belajar fisika juga untuk membentuk pola pikir yang sistematis. Hah, teryataaa dan ternyataa fisika terlalu mengagumkan ya haha. Terlambat untuk menyadari. Sedihnya, pola pikir sebagai seorang fisika sepertinya belum saya punya. Yah tapi masih ada 3,5 tahun kok untuk membentuk pola pikir seperti itu.
 
Pada akhirnya, I told you, Physics works! Semoga terus bertahan di Fisika bersama teman-teman fisika yang lain :")

Senin, 14 Oktober 2013

Sepatu

 
Kita adalah sepasang sepatu 
Selalu bersama tak bisa bersatu 
Kita mati bagai tak berjiwa 
Bergerak karena kaki manusia

Aku sang sepatu kanan

Kamu sang sepatu kiri  
Ku senang bila diajak berlari kencang  
Tapi aku takut kamu kelelahan 
Ku tak masalah bila terkena hujan 
Tapi aku takut kamu kedinginan
 

Kita sadar ingin bersama 
Tapi tak bisa apa-apa 
Terasa lengkap bila kita berdua 
Terasa sedih bila kita di rak berbeda
 Di dekatmu kotak bagai nirwana 
Tapi saling sentuh pun kita tak berdaya
 

Ku senang bila diajak berlari kencang 
Tapi aku takut kamu kelelahan 
Ku tak masalah bila terkena hujan
Tapi aku takut kamu kedinginan
 

Kita sadar ingin bersama 
Tapi tak bisa apa-apa
 Kita sadar ingin bersama 
Tapi tak bisa apa-apa 
Terasa lengkap bila kita berdua
 Terasa sedih bila kita di rak berbeda 
Di dekatmu kotak bagai nirwana 
Tapi saling sentuh pun kita tak berdaya

Cinta memang banyak bentuknya 

Mungkin tak semua bisa bersatu

Sabtu, 21 September 2013

Aku jatuh cinta
Pada kata-kata yang kau tulis di ujung pena
Andai boleh aku icip barang sedikit saja
Oh kamu aktor diatas skenario tua
Putar ulang adegannya, 
Terus putar
Sampai kusut pita filmnya
Dalam debaran berdetak tak berirama
Salahkan siapa jika dialognya sudah di luar kepala?
Diatas kanvas puntak ada rupa
Menari di antara tumpukan kaset lama
Terlontar! Terhisap,
masuk lubang hitam
Lalu kau mati
Meninggalkan perkamen yang kucandu
Aku menatap dalam
Ke tabung berlayar kaca
Mati overdosis

Diambil dari Majalah Suara Mahasiswa UI hlm 42

Haloooo

Halooooo! Udah lama banget ternyata gak posting. Maaf blog ini keadaannya sangat memprihatinkan dan sekarang saya sembuhkan dengan postingan yang satu ini. Postingan sekarang lebih jatuhnya curhat sih. Ya, curhat masa awal jadi anak kuliahan dan kosan.
Perkuliahan udah mulai dari tanggal 02 September 2013 lalu dan sekarang baru bener-bener terasa jadi anak kuliahan khususnya jadi maba. Sibuk? bangeeet-_-. Serasa 24 jam itu kurang banget. Astaghfirullah. Setelah PSAF selesai, masih ada OPT QUARTZ. Dan sekarang saya dan temen-teman Fisika UI 2013 masih menjalankan OPT, sudah 2/3 rangkaian OPT terlalui semoga minggu depan memang minggu OPT terakhir. Amin amin yaAllah. Tugas OPT bisa dibilang lumayan banyak. Mulai dari atribut yang ada 6 kayak tas, pin, slayer, scrapbook, notebook, buku perkenalan. Belum lagi, pin dan slayer yang harus dipake selama 1 semester di lingkungan UI. Semangat semangat!! Belum lagi kalo bawa-bawa tas di padatnya bikun. Lumayan ribet. Tapi udah 2/3 OPT ini dilalui, asik banget yaa walaupun kadang ngantuk (ups, ketauan wkwk) tapi so far OPT asiiik. No perpeloncoan. Malah emang bener-bener pengenalan akademik Fisika dan gimana caranya tetep survive di Fisika. Fiuh~

Ohiya, sebelumnya mau ngucapain selamat buat Dept Fisika UI yang juara OIM MIPA yuhuuu Fisika! SPARTAN!! Sedikit cerita juga, di Fisika ini kekeluargaannya erat banget dan kompak. Senior-senior jebolan Fisika juga keren-keren. Kayak kak Faldo Ketua BEM UI 2012, Kak Rivan Ketua DPM UI 2012, Kak Muslim PO OKK UI 2013. Yaah keren-keren lah pokoknya. Bangga lah jadi anak Fisika :D

Tapi, kebanggannya ternyata gak semudah itu. Memang harus survive ya di Fisika -_- Harus pintar memanagemen waktu. Setelah kemarin-kemarin pulang malem dan ngerjain tugas bareng ke asrama terus nyampe kosan sampe jam 11, naik bikun terakhir, tidur cuma 3jam, dikejar deadline yang lain-lainnya-_- belajar fisika emang sulih. Entah kenapa, saya seperti kehilangan diri saya yang dulu. Untuk memahami materi fisika yang sekarang, kayaknya sulit bangeeeet. Gak ngerti-ngerti. Apalagi fisdas 2. Ya Allah mau nangis deh :"""" Fisdas 2 tuh bener-bener deh gak ngerti apa-apa padahal berniat ambil Instrumentasi untuk peminatan. Tapi, fisdas 2 aja gak ngerti hiks cemanaaaaaa-_- Yaa mungkin emang salah juga sih gak pernah belajar karena memang kecapekan dengan tugas yang lainnya. Belum lagi cucian, gosokan baju yang udah menggunung. Menyedihkan.
Tapi, selalu inget deh kalo mau survive di Fisika cuma satu kuncinya : Teman. Banyak senior yang bilang: "Hidup di Fisika itu susah, tapi lo bisa survive disini dengan Teman. Kalo lo punya banyak temen, lo gak bakal ngerasa sulit". Yaa pokoknya gitu lah kehidupan di awal masa kuliah ini. Semangat!!! Semangat!!

Ohiya, terus saya juga udah ikut oprec Gerakan UI Mengajar 3 dan Suara Mahasiswa UI. Untuk SUMA UI, saya udah melakukan wawancara. Semoga keduanya lolos! :'D Amin amin.

Jadi, kesimpulannya: jadi maba itu menyenangkan tapi sulit untuk dijalani haha. Jadi maba itu butuh perjuangan kok dan terus semangaaat! Suatu saat juga akan inget terus dan kagen masa-masa jadi maba kayak gini; tidur cuma 3 jam, kumpul di rotunda bareng anak fisika, kuis fisdas serasa bencana. Yah jalanin aja, semua ada manfaatnya :D

Selasa, 30 Juli 2013

Memoir (Masa SMP)

Hellooo, balik lagi nih posting :D kali ini bakal posting tentang masa SMP. Yaa sebagai lanjutan postingan yang sebelumnya, masa SD. Buat yg belum baca, silahkan klik disini :)
Mari kita mulai :)

Masa SMP selama 3 tahun saya habiskan di SMPN 1 Cikarang Utara. Awalnya itu memang bukan SMP impian saya. Dan pada saat itu juga Nurul Fajri buka SMP buat angkatan tahun pertama. Tapi males paling temennya itu-itu lagi (read: temen SD juga). Gak ada opsi lain, ibu saya nyuruh saya masuk di SMPN 1 Cikarang Utara yg notabennya tempat ibu saya mengajar. Wow, gak pernah terpikir loh dalam satu ligkungan dengan ibu saya haha dan itu terjadi selama 3 tahun.

Lebih-lebih parahnya di kelas 7, saya diajarkan pelajaran IPSnya sama ibu saya sendiri-_- Jujur ya, males banget tuh sebenarnya dan gak lagi-lagi deh. Rasanya kalo pelajaran IPS, pengen cepet selesai. Gak enah banget deh pokoknya. 

Nah saya dapet kelas 7.4 tuh. Teman yang pertama kali saya kenal adalah Tiara Budi Wardani. Nama panggilannya Tiara. Anaknya asik, iya kita punya chemistry yg erat banget. Selalu nyaman kalau cerita dengan dia. Kita punya banyak hal yg sama, sepertinya. Bahkan visi kita juga sama. Orang tua ita sama-sama pengajar. Kita suka musik yang pop jazz kayak maliq, ten2five,dsb. Kita juga konsen dalam bidang pendidikan. kita bahkan mau kerjasama buat LSM dlm bidang pendidikan untuk kedepannya saat udah lulus kuliah. Amin amin semoga terkabul mimpi kita berdua :") Dan bisa dibilang, mayoritas hal kocak dan konyol saya alami bareng Tiara. Gak lupa deh dulu pas kelas 7, naik sepeda tuh dari depan gerbang perumahan sampai rumah terus keranjangnya lepas, pas hujan-hujan bareng Aya kita jalan 1 kardus bareng buat ngelindungin kepala, udah kayak apa tau. Yaah nulis ini aja saya ketawa-ketawa sendiri kalo ingetnya. Pokoknya terlalu indah deh *eh haha. Kelas 8 kita pisah, saya 8.7 dia 8.9. Entah kenapa kelas 8, kita jadi jauh bgt, jarang main bareng, jarang cerita. Masa-masa yg gak asik emang-_- tapi kelas 9, kita ketemu lagi, sekelas lagi. SMA kelas 1, kita sekelas lagi kelas X.1. Kelas XI dan XII kita pisah. Saya XI-XII IPA 3. Tiara XI-XII IPA 5. 

Walaupun beda kelas, kita masih sering main bareng, cerita-cerita, OSIS bareng, pulang bareng. Gak bakal lupa deh hal-hal asik, kocak, sedih, konyol yang dialami bareng Tiara. Take Care! :')


Selain Tiara, di kelas 7.4 tuh, teman dekat saya yang lain adalah Amelia Dwi Astuti, panggilannya Amel. Amel anaknya asik, walau dia lebih hebat menyimpan rahasia buat gak diketahui. Curhat yaa apa yang pantas dicurhatin aja. Dia juga orangnya dewasa. Paling parah, dulu tuh Amel paling sering kita (Saya, Tiara, Winda) ledekin. Masih inget gak mel? haha :p peace mel. Kelas 8 saya juga pisah kelas dengan Amel. Amel 8.5. Kelas 9 juga kita pisah kelas lagi, Amel kelas 9.5. Walaupun pisah kelas tapi kita tetep main bareng dan cerita-cerita. Kumpul-kumpul juga bareng Winda dan Tiara. Nah, kelas X, saya sekelas nih sama Amel dan Tiara. Kelas XI-XII kita pisah lagi. Amel sekelas dan sebangku dengan Tiara selama 3 tahun! Tapi kita masih sering ketemu di OSIS. Amel ini Sekretaris Umum di OSIS. Saya Sekretaris 2, jadi saya satu kerjaan dengan Amel. Lumayan banyak yang saya pelajari dari dia tentang kesekertariatan.

Dia luar OSIS, kita tetap bersahabat baik. Main bareng, kumpul, cerita. Yaah seru-seruan lah. Take Care! ;)

Selanjutnya, Winda Raidah Rusnadi, panggilannya Winda. Kita berempat memang mulai kenal dari kelas 7 karena kita sekelas yaitu kelas 7.4. Winda ini k-popers. Buat saya yang pemula, saya suka nanya-nanya referensi drama yang bagus ahaha makasih ya win buat referensinya :D Winda anaknya asik, asik juga buat cerita. Rasanya dulu tuh saya kalau mau curhat tinggal sms Winda aja haha terus langsung dibales dan curhat-curhatan. Mungkin Winda kelihatanya pendiam. Iya sih. Tapi kalo udah deket dan curhat, bedaaaa banget haha asik lah pokoknya. Kelas 8 kita juga pisah, Winda kelas 8.8 terus Winda kelas 9.9 juga. Pisah lagi. Walaupun pisah, sama aja kayak Tiara sama Amel, kita tetep suka cerita, kumpul. Yaa bareng-bareng lah. Kelas X, saya, Amel, dan Tiara sekelas. Tapi kita pisah sdengan Winda. Dia di kelas X.9, jauh banget-_- terus kelas XI-XII pisah lagi. Dia kelas XI-XII IPA 1. 

Makasih win buat kesabarannya mendengar curhatan dan referensi-referensi dramanya XD Take Care! :")


Selain Amel, Winda, dan Tiara. Pas kelas 8 ita pisah kelas. Di kelas 8.7 saya ketemu dengan Mutiara Azzahra, panggilannya Muti. Dan dia juga jadi salah satu sahabat baik saya. Anaknya baik, dewasa walaupun tidak sesuai dengan umurnya. Tapi dewasa kan gak mesti memandang umur. Perhatian bgt deh tapi sayangnya saya suka moody dan cuek. Maaf ya mut :( Muti tuh bisa "masuk" di dalam kondisi apapun. Entah kenapa, saya kondisi apapun saya bisa cerita ke dia. Dia juga anak yang ibadahnya tekun. Iri loh dengan ketekunannya hehe. Gigih juga. Apa yang dia ingin dan impikan, pasti dia kejar. Dan jangan lupa satu lagi: dia nekad. Mengerikan banget nih sikap yang satu ini. Gak lupa deh pas kelas 8 dia pernah nelepon "seseorang" cuma buat (....... ). Pas SMA juga dia pernah nekad tuh dan itu demi saya. Duh makasih banget muuuut :" Kelas 9 kita pisah, Muti 9.8. Dan 3 tahun SMA juga kita pisah, Muti X.3 dan XI-XII IPA 1.

Buat saya, Muti itu teman penyemangat yang baik. Lugu tapi tekadnya besar. Makasih ya udah menginspirasi. Take Care! :")

Dan yang ini, Namanya Alfa Dinar Callista Putri, panggilannya Dinar. Saya kenal dia mulai dari kelas 8, ya kita sekelas dia 8.7 dan selama 5tahun  kita sekelas. Dari SMP sampe SMA kita sekelas. Kita tuh golden couple :D anaknya asik, asik lah kalo cerita-cerita gitu. Dia tuh sifatnya agak bertolak belakang dgn saya. Jadi seru sih. Kalo sama Dinar, apa aja diceratain sih, suka kocak juga sama dia. Yah, banyak hal seru juga yang kita lewatin bareng. 5tahun brooooh udah kenal baik dan buruknya, begitu juga dia. Udah gak sungkan-sungkan deh kalo ada apa-apa juga.Oh ya din, belum kesampean nih nulis aku sebagai saksi hidup kalian berdua, wkwk :p ntar yaa (read:kapan-kapan). Take Care! :")

Disamping 5orang itu, sebenarnya masih banyak. Ada Puspa, Meila, Ayu, Ismi, Rizti, dsb. Tapi cukup 5orang ini yaa. Kalian hebat deh pokoknya ;)

Senin, 08 Juli 2013

Kesatria, Putri, dan Bintang Jatuh

Kesatria jatuh cinta pada Putri bungsu 
dari kerajaan bidadari. 
Sang Putri naik ke langit. 
Kesatria kebingungan. 
Kesatria pintar naik kuda dan bermain pedang, 
tapi tidak tahu caranya terbang. 
Kesatria keluar dari kastel untuk belajar terbang 
pada kupu-kupu. 
Tetapi, kupu-kupu hanya bisa menempatkannya 
di pucuk pohon. 
 
Kesatria lalu belajar pada burung gereja. 
Burung gereja hanya mampu mengajarinya 
sampai ke atas menara. 
Kesatria kemudian berguru pada burung elang, 
Burung elang hanya mampu membawanya 
Ke puncak gunung. 
 
Tak ada unggas bersayap yang mampu terbang 
Lebih tinggi lagi. 
Kesatria sedih, tapi tak putus asa. 
Kesatria memohon pada angin. 
Angin mengajarinya berkeliling mengitari bumi, 
Lebih tinggi dari gunung dan awan. 
 
Namun sang Putri masih jauh di awang-awang, 
Dan tak ada angin yang mampu menusuk langit. 
Kesatria sedih dan kali ini putus asa. 
Sampai satu malam, ada Bintang Jatuh yang berhenti 
Mendengar tangis dukanya. 
Ia menawari Kesatria untuk melesat secepat cahaya. 
Melesat lebih cepat dari kilat dan setinggi sejuta langit 
Dijadikan satu. 
 
Namun, kalau Kesatria tak mampu mendarat tepat di
Putrinya, ia akan mati. 
Hancur dalam kecepatan membahayakan, 
Menjadi serbuk yang membedaki langit, dan tamat. 
Kesatria setuju. Ia relakan seluruh kepercayaannya pada 
Bintang Jatuh menjadi sebuah nyawa. 
Dan, ia relakan nyawa itu bergantung hanya pada 
Serpih detik yang mematikan. 
 
Bintang Jatuh menggenggam tangannya. “Inilah perjalanan sebuah cinta sejati,” ia berbisik, “Tutuplah matamu, Kesatria, Katakanlah untuk berhenti begitu 
Hatimu merasakan keberadaannya.” 
Melesatlah mereka berdua. Dingin yang tak terhingga serasa 
Merobek hati Kesatria mungil, 
Tapi hangat jiwanya diterangi rasa cinta. 
Dan, ia merasakannya. “Berhenti!” 
Bintang jatuh melongok kebawah, 
Dan ia pun melihat sosok Putri cantik yang kesepian. 
Bersinar bagaikan gugus Orion ditengah kelamnya galaksi. 
Ia pun jatuh hati. 
 
Dilepaskannya genggaman itu. Sewujud nyawa 
Yang terbentuk atas cinta dan percaya. 
Kesatria melesat menuju kehancuran. 
Sementara sang Bintang mendarat turun 
Untuk dapatkan sang Putri. 
Kesatria yang malang. 
Sebagai balasannya, dilangit kutub dilukisakan aurora. 
Untuk mengenang kehalusan dan ketulusan hati Kesatria. 


From Supernova 1 (Kesatria, Putri, dan Bintang Jatuh) by Dewi "Dee" Lestari. I do love all of Dee's writing creation. Really smart, knowledgeable, and artistic. Never get dissapointed when you read. Great!

Minggu, 07 Juli 2013

Marhaban Yaa Ramadhan


Alhamdulillaaah, H-1 puasa, saya dan keluarga masih bisa dipertemukan dengan bulan Ramadhan :")
Ramadhan kali ini tuh spesial sekali buat saya khususnya. Alhamdulillah saya sudah kuliah, sudah menadi mahasiswa, dan diterima di kampus impian pula (Univ Indonesia). Benar-benar anugerah yang melimpah. Diluar itu, masih ada lagi, anugerah yang Allah berikan untuk keluarga kami:)

Menyambut ramadhan, mari bersihkan hati sucikan diri. Mari mulai bulan ramadhan ini dengan sebaik-baiknya dan berhijrah. Semoga dilancarkan puasanya, amin.

Dan mohon maaf lahir bathin untuk segala kesalahan di hari-hari yang sudah berlalu. Bismillaaaah, mari kita mulai bulan Ramadhan ini dengan hati bersih :)

Tiada Asap Tanpa Api

Hey bloggeriest:)

Genap sebulan, saya gak posting di blog ini. Memenuhi blog ini dengan tulisan saya. Hari ini saya kembali lagi untuk menulis sebuah postingan. Postingan ini sebenarnya request dari seorang teman baru saya. Mungkin dia mau saya untuk menulis lagi, jadinya dia request XD Gak tanggung, 2 request pulaaa-_- Tapi, makasih ya udah bikin page review blog ini meningkat drastis haha, karena kayaknya dia semaleman baca semua postingan blog ini, dari zaman saya masih cupu sampai postingan terakhir 8 Juni 2013. Terima kasih, terima kasih :D

Yaa, sebagai gantinya dan rasa terima kasih saya. Ini postingan pertama untuk Anda. Selamat membaca :)

Tiada Asap Tanpa Api?  Kalimat tersebut merupakan sebuah peribahasa. Selain itu, peribahasa tiada asap tanpa api juga sejajar maknanya dengan peribahasa "ada gula ada semut". Pernah dengar dong pasti peribahasa itu?

Ada gula ada semut. Bisa diartikan dimana ada gula, pasti ada semut (loh?) Iya makasudnya 2 hal yang saling berhubungan sebab akibat. Sama saja dengan tiada asap tanpa api. Asap tidak akan ada/muncul kalau sebelumnya tidak ada api. Ya, intinya asap dan api adalah dua hal yang berhubungan, berkaitan, dan menyebabkan sebab-akibat. Atau dengan kata lain, setiap peristiwa yang terjadi, pasti didahului oleh peristiwa sebelumnya.

Sama saja, seperti anda. Bisa masuk UI sekarang, pasti didahului oleh berdoa dan belajar giat kan? Terus ikut UN dulu, baru lulus SMA. Alhamdulillah bisa deh diterima menjadi mahasiswa UI. Yaa, begitulah contoh realnya :D 

Semoga postingan ini sesuai ekspektasi anda. Ini saja yang bisa saya kembangkan dari peribahasa Tiada Asap Tanpa Api. Terima kasih :)

PS: Untuk postingan kedua ttg misteri. Maaf saya tidak berbakat untuk menulis itu-_- *giveup

Sabtu, 08 Juni 2013

AKU INGIN
Oleh Sapardi Djoko Damono

Aku ingin mencintaimu dengan sederhana

dengan kata yang tak sempat diucapkan

kayu kepada api yang menjadikannya abu


Aku ingin mencintaimu dengan sederhana

dengan isyarat yang tak sempat disampaikan

awan kepada hujan yang menjadikannya tiada

----
 SAJAK KECIL TENTANG CINTA


Mencintai angin harus menjadi siut
Mencintai air harus menjadi ricik
Mencintai gunung harus menjadi terjal
Mencintai api harus menjadi jilat
Mencintai cakrawala harus menebas jarak
 Mencintaimu harus menjelma aku

Minggu, 02 Juni 2013

MULAI!


Bermimpilah, karena Tuhan akan memeluk mimpi-mimpimu. -Edensor 

Senin, 27 Mei 2013. Mimpi saya terwujud. Doa yang selama ini saya panjatkan saya munajatkan, diijabah oleh Allah SWT. Bukan hanya doa saya, doa saya tidak ada apa-apanya dibandingkan yang satu ini : doa ibu dan ayah saya. Dalam hening, mereka yang terbangun untuk terus mendoakan saya, mendoakan yang terbaik untuk saya. Bukan yang saya mau, tapi yang terbaik yang Allah berikan. Saya selalu ingat perkataan itu. Tidak akan pernah lupa. 
Seharusnya saya yang lebih giat untuk beribadah dan berdoa, di tengah malam pun saya sulit sekali untuk bangun. Tapi, ibu saya selalu menyempatkan untuk bangun dan berdoa. Memohon dan meminta yang terbaik dan tak jarang ia mengantuk di pagi harinya. Saya, tanpa orang tua saya tidak ada apa-apa. Ini semua berkat doa mereka :')

Dari dulu saya selalu bermimpi untuk menjadi salah satu dari bagian Universitas Indonesia, kampus impian saya sejak lama. Sangat ingin menjadi mahasiswi dari salah satu kampus terbaik di Indonesia ini. Pada hari Senin, 27 Mei 2013. Semua mimpi saya ada di depan mata! UI sudah didepan mata saya bukan sekadar dalam angan-angan! Unbelievable!


Ada beberapa orang yang menganggap mimpi saya ini ketinggian dan menganggapnya sebelah mata. Tapi, saya percaya bahwa saya bisa. Saya bisa mewujudkan mimpi itu! Dan Alhamdulillah sekali karunia Allah SWT sangat besar untuk saya, saya ditempatkan di tempat yang terbaik sekaligus yang saya mau. Dan doa ibu dan ayah saya untuk yang terbaik bagi saya sudah dijawab dan tempatnya ada di Universitas Indonesia. Kampus impian, kampus perjuangan.
Allah itu Maha Adil.
Sebelum mendapatkan ini, saya tidak pernha lupa, saya pernah gagal. Bukan kegagalan juga, lebih tepatnya rezeki saya memang bukan disitu. Saya ikut USM STIS dan sudah ikut 2 kali Try out, hasilnya pun memuaskan. Jika diperkirakan, setidaknya saya bisa lolos untuk USM yang sebenarnya. Tapi, pada saat pengumuman tanggal 24 Mei 2013, nomor ujian saya 310758 tidak ada. Yang ada 310768. Menyesakkan sekali. Sedih? pastinya. Tidak tega melihat ekspresi ayah dan ibu saya. Saya mengecewakan mereka. Tapi, mereka tetap bilang masih ada harapan di SNMPTN. Alhamdulillah, memang rezeki saya di SNMPTN. Allah emang adil, saat kita tidak mendapatkan yang satu, Dia mengirimkan yang lain yang terbaik untuk kita. Itu yang saya percaya. Allah memberikan jalan untuk hambaNya dengan cara yang berbeda-beda :") The greatest thanks to Allah SWT :")

Tidak lupa juga, tahun 2013 ini lagi-lagi saya bisa meng-circle sekaligus 2 mimpi saya di Peta hidup saya yang saya tempelkan di depan meja belajar.
-Lulus SMA
-Kuliah di UI
Terimakasih yaa Allah.

Tapi, ini baru mulai! Baru awal! Perjuangan saya masih panjang. Masih banyak hal yang harus saya perjuangkan, saya raih. Semoga apa yang saya tulis di peta hidup saya pada akhirnya dapat ter-cicle semuanya dan terpetakan sesuai harapan.Amin. Manusia hanya bisa berencana, Allah yang menentukan.

Albert Einstein pernah bilang :
Kecerdasan/IQ hanya berperan 20 % dalam kesuksesan. Sisanyanya adalah kerja keras.
Tapi, maaf tuan Albert, saya rubah:  
 Kecerdasan/IQ hanya berperan 20 % dalam kesuksesan. 30 % Usaha dan kerja keras, dan 50 % nya adalah doa, Kuasa Tuhan. 
Yang terakhir, terima kasih yang sebesar-besarnya untuk Allah SWT. Im nothing without You. Untuk Ayah dan Ibu saya, yang tidak henti-hentiya mendoakan yang terbaik untuk anakmu ini. Untuk Abang dan Adik saya, Yazid. Untuk Bibi yang selalu menyiapkan segala keperluan. Untuk teman-teman saya yang hebat : Mutiara, Tiara, Dinar, Amel, Winda, Prima, Nadia, Puspa, Siti, Nita, Putri, Meila dan yang lainnya yang sudah saling mendoakan dan berjuang bersama-sama. Sampai bertemu di gerbang kesuksesan kawaaaaan :") Untuk guru-guru SMAN 1 Cikarang Utara, terima kasih untuk ilmunya. Untuk kakak-kakak pengajar NF, great pedagogi NF ! :)

Untuk OSIS SMAN 1 Cikarang Utara. Gak pernah lupa hal-hal yang indah, suka duka. Saya dapat banyak pengalaman dari sana! Untuk masa SMA. Memang benar, masa SMA itu paling indah dari masa-masa sekolah yang lain hehe

Bye. Ciayoooo~