Sabtu, 16 Juni 2012

Jas Merah

Hi bloggeriest :)

Ada banyak pelajaran yang kita pelajari di bangku SMA ini. Gak tanggung-tanggung 17 pelajaran bahkan lebih! Dari semua pelajaran itu pelajaran manakah yang paling diprioritaskan? Kebanyakan akan menjawab excact.

Karena excact memang punya orientasi yang lebih besar untuk kedepannya, jadi gak heran kalo banyak yang menjawab seperti itu. Gue pun begitu. Gue suka Kimia dan Biologi.

Menurut gue, kimia itu pelajaran yang asik. Pelajaran yang menyeimbangkan antara otak kiri dan kanan. Otak kiri, kimia tuh pasti ngitung rumus. Intinya ada hitung-hitungannya. Kalo otak kanan, kimia tuh butuh hafalan. Asam lemah, Asam kuat, Reaksi yang dihasilkan seperti apa, nama kimia dari suatu unsur, dllnya. Itulah uniknya kimia.

Lain halnya dengan Biologi. Walaupun gue suka bio mulai dari kelas 2 SMA ini. Biologi itu bagi gue lebih guna dan dapat menunjang buat cita-cita gue. Dari suka, cinta, dan tekuni. Begitulah kira-kira, kalo kita udah suka, kita akan cinta, dan kita akan tekuni itu (hem, filosofis).

Gue baru ngeh akhir-akhir ini. Diantara Biologi dan Kimia ada Sejarah. Entah bagaimana, nilai Sejarah gue  bagus mulu (Alhamdulillaaaah. Tapi maaf, pamer nih jadinya :D) Temen-temen kelas gue pernah bilang "Rizka mah generasi tua, suka nya yang lama-lama". KIra-kira gitu lah, gue lupa XD.

Dulu, waktu gue denger kata-kata ledekan temen gue itu, gue diem aja sih tanpa ngambil hikmahnya. Dan sekarang gue baru kepikiran dan sampai akhirnya bisa posting ini.

Gak terbersit sedikit pun untuk memprioritaskan Sejarah bagi masa depan gue. Sejarah cuma buat belajar aja dan ibaratnya pelengkap. Dulu gue mikir gitu. Dan terkadang gue mikir "Ngapain sih belajar PKN, Sejarah. Toh gue kan IPA. Bebanin otak gue aja!"

Tapi, sekarang gue ngerti. Kenapa IPA tetap mesti belajar Sejarah?
Kalau kita cuma belajar excact aja, orang-orang pinter diluar sana bakal buta. Buta sama bangsanya sendiri! Gak tau bagaimana para pendahulu berjuang untuk merebut kemerdekaan dan sampai sekarang generasi mudanya merasakan kemerdekaan ini. Gak tau G30S/PKI itu apa. Gak tau hari-hari Nasional. Dan gak tau bagaimana menghargai bangsanya sendiri.

Itulah ironi terburuk. Lupa menghargai bangsanya sendiri!

Adanya sejarah buat mengingat dan mengambil pembelajaran dari masa lalu. Apa yang sudah terjadi dan itu positif, harus kita tingkatkan di masa depan. Kalau yang negatif, jangan sampai kita terulang dan jatuh di lubang yang sama.

Bagi gue sendiri, dengan belajar sejarah, banyak banget hal yang gue ketahui tentang masa lalu dan refleksinya untuk sekarang. Kalo ada orang yang nanya dan gue bisa jawab bahkan menceritakan kronologinya tentang Sejarah. Rasanya seneng banget. Setidaknya gue gak buta pengetahuan umum.

Ya, begitulah kesan gue terhadap pelajaran Sejarah. Memang gak jadi prioritas, tapi Sejarah itu penambah. Penambah pengetahuan gue.

So, Jas Merah
Jangan Sekali-kali Melupakan Sejarah
-Soekarno



0 komentar:

Posting Komentar