Jumat, 08 April 2011

cerbung


Pagi ini bisa menjadi pagi dari sekian banyak pagi yang paling bersejarah dalam hidupku.
Udara pagi ini sejuk sekali, matahari baru akan menunjukkan sinar keemasannya, ayam pun berkokok keras. Aku masih terbaring di kasurku dan tiba-tiba Bunda membangunkanku. “Nis, bangun! Ayo sholat subuh dulu. Ayo bangun!”. Suara Bunda membuat mataku terpaksa harus membuka. Hoah, rasanya malas sekali untuk bangun! Tapi, aku harus sholat subuh. Aku pun bergegas bangun dan keluar dari kamar untuk mengambil wudhu dan setelah itu melaksanakan sholat subuh.
            Beberapa menit kamudian, aku sudah selesai melaksanakan sholat subuh. Rasanya aku ingin tidur lagi, tapi aku mengurungkan niat untuk itu. Ku lihat hapeku, ternyata ada 1 pesan dari Rifa, sahabatku.
From : Rifa
Assalamualaikum my bestiest. Apakah kamu sipa untuk hari in? Ini hari pengumuman kelulusan kita ! BersiaplahJ
            Oh my God! Aku baru inget kalau hari ini adalah hari pengumuman kelulusanku!
***
            Aku melirik jam tanganku, jarum jam menunjukkan pukul 07.05. Wah aku telat! Sejurus kemudian angkot yang aku naiki sampai di depan gerbang sekolah. “Huh, Alhamdulillah akhirnya sampai juga!” batinku. Pintu gerbang sekolah baru akan ditutup. Anak-anak kelas 3 sudah pada berkumpul di lapangan untuk menerima surat kelulusan dan sebentar lagi mereka akan mengetahuinya. Aku berjalan tergesa-gesa dengan napas “ngos-ngosan” menuju lapangan dan mencari Rifa.
            Aku mencari Rifa diantara ratusan anak-anak dan ah akhirnya aku melihat Rifa! Dia sedang duduk didekat pohon mangga sambil mengobrol dengan beberapa temanku. Aku menghampirinya. “Rif! Rifa!” Panggilku sambil melambaikan tangan kepadanya dan tersenyum. Rifa melihatku dan segera berlari menuju aku dengan senyum mempesonanya itu. “Nisaaa, Assalamualaikum!” Dia langsung memelukku. “Waalaikumsalam Rifa” Jawabku. “Kemana aja ih baru dateng? Telat ih” ledeknya. “Ya Allah Rif, aku baru inget tau kalo hari ini hari pengumuman kelulusan pas baca sms kamu hehe”. “Ya Allah parah banget Nis, berasa udah pasti lulus aja sih huuu” Kata Rifa sambil memeletkan lidahnya kepadaku.
            Kepala Sekolah dan beberapa guru sudah berada di lapangan dan akan membuka acara pengumuman kelulusan siswa kelas 3 ini. Semua anak kelas 3 seketika diam dan khidmat untuk mendengarkan. Anak-anak dipersilakan untuk berbaris per kelas dan wali kelas akan segera membagikan surat kelulusannya. Wajah anak-anak semuanya harap-harap cemas menerima surat kelulusan itu. Setelah semua anak menerima surat kelulusannya dari wali kelas, Kepala Sekolah memberi aba-aba agar semua siswa membuka suratnya bersama-sama.
“Anak-anakku sekalian, sekarang kalian telah menerima surat kelulusan kalian. Dengan tulisan lulus atau tidak lulus yang terdapat dalam surat yang sekarang sedang kalian genggam ini, akan menentukan masa depan kalian selanjutnya dan akan menjadi sebuah bukti keseriusan kalian dalam belajar selama 3 tahun di SMP ini. Dengan mengucap bismillahirohmanirrohim, mari kita buka bersama-sama surat kelulusan yang kalian pegang sekarang!”.
Riuh, sorak sorai, tangisan mewarnai suasana lapangan di pagi hari yang cerah ini. Setelah membuka surat itu dan tertulis LULUS, aku dan Rifa langsung bersujud syukur kepada Allah atas nikmat yang Dia berikan sehingga kita bisa lulus. “Nis, gak sia-sia usaha kita selama ini, akhirnya kita lulus juga!” Kata Rifa dengan suara yang sedikit parau karena menangis. “Iya Rif, Alhamdulillah banget ya Allah”. Aku pun memeluk sahabatku itu. “Hari ini kita naik satu tingkat Nis, ini penentu masa depan kita. Tetap semangat menuntut ilmu ya sahabatku dan tetap bersama aku, Nisa” Rifa mempererat pelukannya. Kata-kata yang ia ucapkan indah sekali dan sangat bermakna sampai aku tambah menangis menjadi-jadi. “Aku gak bakal lupain… kamu Rif dan persahabatan kita. Tetap… melangkah bersama ya Rif” kataku masih dengan menangis. “Okeoke Nis, kayaknya ada pengumuman lagi tuh, udah jangan nangis! Malu nanti diliatin samaa si ehem ehem lho” canda Rifa dan melepaskan pelukannya. “Ih, apa coba Rif, ngeselin banget sih” seketika aku jadi badmood.
“Alhamdulillah tadi sudah kita buka bersama-sama surat keluluasan masing-masing ya. Semoga lulus semua ya, amin. Sekarang kita akan mengumumkan peringkat 10 besar UN. Dari peringkat 10, Ananda Muhammad Virza kelas 9.3, peringkat 9 Ananda Khairunnisa kelas 9.7, Runner up kita, Ananda Rifa Salsabila kelas 9.1 dan Best of the best kita, Ananda Annisa Amania kelas 9.1”
Lagi lagi syukur tak hentinya aku panjatkan kepada Allah SWT, tidak hanya lulus, tapi aku mendapatkan peringkat 1 UN. Terima kasih Allah.
***
            Setelah pengumuman peringkat UN tadi, banyak temen-teman yang mengucapkan selamat untuk aku dan Rifa. Duh, rasanya hari ini senang banget! Gak sabar pengen cepat pulang ke rumah dan kasih tau kabar bahagia ini ke Bunda.
            Tapi sebelum pulang, Rifa ngajak aku ke Taman Sekolah. Ada yang mau diomongin katanya. “Nis, ayo!” ajaknya. “Ayok Rif, oke sekarang!” balasku. Saat aku dan Rifa sedang berjalan menuju taman sambil mengobrol, ada suara berat dibelakang sana yang memanggilku. “Nis! Nisaa! Tunggu!”.
 Oh, suara itu sudah lama tak ku dengar. Aku tahu suara siapa itu. Dan aku merasa deg-degan!
***

0 komentar:

Posting Komentar