Minggu, 17 April 2011

Kecewa

Aku tlah mencapai suatu sekmen kebosanan dalam hidupku...aku tak bersemangat dan tak pula bahagia. Aku merindukan hidupku yang dulu, di kala aku masih SD dan duduk di bangku kelas 7. Aku sedih meratapi hidupku sekarang. Mengapa kian bertambahnya hari aku bukannya menjadi orang yang lebih baik, malah menjadi orang yang lebih buruk dari hari-hari sebelumnya. Sedih. Aku baru merasakan rasanya tak lagi dipuja karena prestasiku. Hatiku sedih dan miris melihat kenyataan saat ini. Setelah aku berkumpul dengan berbagai orang hebat disekitarku. Aku baru merasakan, aku ini bukan apa-apa dan tak sehebat orang yang dulu mengatakan aku hebat. Karena aku tahu, masih  banyak orang-orang yang lebih hebat dariku. Dan kini aku menemukan mereka dalam hidupku. Semua tak ada yang bisa ku banggakan. Aapakah aku ini bodoh? Aapakah Allah tak lagi memberikan Ar-rasyid Nya kepadaku? Semua pertanyaan muncul dibenakku.
Kecewa. Hanya itu yang dapat ku lukiskan bagi kehidupan pendidikanku saat ini. Aku ditempatkan di posisi kedua, aku tak bahagia. Bukan karena aku tak diposisi pertama. Tapi, jika aku diposisikan diperingkat 1 pun, aku tak bahagia. Karena aku menilai, usaha untuk pendidikanku sekarang ini tak maksimal. Aku telah belajar segalanya, tapi aku tak mengerti apa yang telah ku pelajari. Itu tandanya aku tak sungguh-sungguh dalam menggapai cita-citaku.
Aku tahu, hidup bukan untuk dipuja-puja. Aku tahu, menuntut ilmu itu hanya karena Allah, tapi aku belum bisa memahami semua itu. Jikalau aku bisa memahami semua itu, aku yakin aku takkan kecewa. Kita ini bukan harus menjadi orang yang nomor 1 dan buka juga harus menjadi orng yang selalu dipuja-puja. Tapi kita harus selalu berusaha dan kita bisa. Itu lah arti kepuasaan yang sebenarnya.
Mulai sekarang, aku tak menginginkan lagi pujian dari orang lain. Tapi aku menginginkan kebanggaan dan kepuasan hakiki dari dalam hatiku sendiri. Dan disitulah kau dapat merasakan kebahagiaan.Kebahagiaan itu hadir bukan karena kita menjadi orang nomor 1, tapi kebahagiaan itu hadir apabila kita dapatmengenali diri kita sendiri dan ALLAH, Sang khalik.
Tak ada lagi kata kecewa. Yang ada adalah kebahagiaan yang hakiki dan keberhasilan yang tertunda. Sekarang, aku akan giat belajar untuk diriku sendiri, untuk cita-citaku, untuk orang tuaku, untuk agamaku, dan untuk peradaban ini.

0 komentar:

Posting Komentar